Anak Tenggelam Saat Ambil Bola di Sungai Telah Ditemukan, Warga Sempat Kira Bercanda
Proses evakuasi yang dilakukan Tim SAR BPBD Kukar. (pic:BPBDKukar)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Peristiwa tragis terjadi di Sungai Mahakam, Desa Kutai Lama, Kecamatan
Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (30/03/2026) malam.
Seorang anak
laki-laki dilaporkan tenggelam saat berusaha mengambil bola yang jatuh ke
sungai. Nahas, teriakan minta tolong korban justru sempat dikira candaan oleh warga sekitar.
Hal tersebut
diungkapkan Koordinator Lapangan Satgas SAR BPBD Kukar, Eko Surya Winata, saat
dikonfirmasi Poskotakaltimnews Senin (31/03/2025) melalui telepon. Ia
menjelaskan bahwa korban diduga kehilangan kendali saat berada di tengah
sungai.
“Dari keterangan
warga korban berusaha mengambil bola, namun tidak mampu menahan tubuhnya saat
di tengah sungai. Sempat berteriak minta tolong, tapi dikira main-main,” ungkap
Eko.
Eko menyebut dari
kronologi yang diungkapkan warga, pada saat kejadian korban terlihat tenggelam
dengan posisi kepala lebih dulu, disusul bagian tubuh lainnya, sehingga warga
tidak sempat memberikan pertolongan.
“Di sisi lain,
kemunculan buaya di lokasi sejak siang hari turut memunculkan dugaan dari
sebagian warga bahwa korban sempat ditarik predator tersebut,” katanya.
Eko mengaku Tim SAR
gabungan menerima laporan penemuan korban sekitar pukul 19.50 WITA dan langsung
menuju lokasi. Tak berselang lama, sekitar pukul 20.00 WITA, korban berhasil
ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan
sekitar 1,57 kilometer dari lokasi kejadian ke arah hilir Sungai Mahakam.
Selanjutnya, jenazah langsung dibawa ke rumah duka,” ujarnya.
Diakuinya dalam
operasi tersebut, tim sempat menghadapi sejumlah kendala, di antaranya arus
sungai yang deras serta adanya ancaman buaya di sekitar lokasi.
“ Alhamdulillah, meski sempat ada kendala pencarian berjalan lancar dan korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” terangnya.
Adapun proses
pencarian Eko mengatakan pihaknya juga turut melibatkan berbagai unsur, mulai
dari Tim Rescue Pos SAR Samarinda, BPBD, kepolisian perairan, relawan, pihak
terkait hingga masyarakat setempat. (Tan)